Budaya Jakarta yang Wajib Kalian Ketahui

Menelusuri Budaya Jakarta bisa menjadi hal yang menarik dan menyenangkan. Apalagi Jakarta yang merupakan ibu kota Indonesia pasti menjadi perhatian semua orang.

Mengenalkan budaya sejak dini sangatlah penting. Karena, jika tidak diperkenalkan akan sulit bagi kita untuk bisa mencintai bangsa dan negara kita sendiri. Ada banyak yang bisa kita pelajari.

Mulai dari wisata budaya di Jakarta, seni Tari, Pakaian Adat, Kesenian, Tradisi, dan masih banyak lagi.

Semua budaya di Jakarta pasti cukup terkenal. Selain karena keunikkannya, Jakarta bahkan punya sebuah ikon kota yang tidak dimiliki kota-kota lain.

Lalu, apa saja sih Budaya di Jakarta yang perlu kita tahu? Yuk simak penjelasan berikut ini.

1.Tradisi Pencak Silat

Tradisi Pencak Silat

Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional dari negeri kita tercinta, Indonesia. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara.

Pencak silat berasal dari dua kata, yakni pencak dan silat. Pengertian pencak adalah gerak dasar bela diri dan terikat dengan peraturan. Sedangkan silat berarti gerak beladiri sempurna yang bersumber dari kerohanian.

Pencak silat memiliki tujuan untuk mengembangkan watak luhur, kepribadian, karakter, sikap ksatria, percaya diri, dan juga takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Adapun pencak silat sebagai salah suatu bela diri sehingga bertujuan untuk mengembangkan aspek bela diri dalam mengembangkan keterampilan, sikap, kepribadian, dan juga rasa kebangsaan.

2.Lenong

Lenong

Lenong adalah kesenian teater tradisional atau sandiwara rakyat Betawi yang dibawakan dalam dialek Betawi yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Beberapa Situs Judi Slot Online Gampang Menang menawarkan para membernya tiket lenong ketika menang jackpot main slot online.

Kesenian tradisional Jakarta ini diiringi musik gambang kromong dengan alat-alat musik seperti gambang, kromong, gong, gendang, kempor, suling, dan kecrekan, serta alat musik unsur Tionghoa seperti tehyan, kongahyang, dan sukong.

Lakon atau skenario lenong umumnya mengandung pesan moral, yaitu menolong yang lemah, membenci kerakusan dan perbuatan tercela. Bahasa yang digunakan dalam lenong adalah bahasa Melayu (atau kini bahasa Indonesia) dialek Betawi.

Jumlah pemain dalam pertunjukkan Lenong Betawipun tidak terbatas, tergantung kebutuhan ceritanya. Biasanya bisa sampai lebih dari 10 pemain.

Keunikan yang terdapat pada Lenong Betawi terletak pada interaksi antara pemain dengan penonton.

Pemain Lenong Betawi sering berinteraksi dengan penonton selama pertunjukkan dengan candaan yang khas dari para pemainnya. Hal ini menimbulkan suasna meriah dan apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penonton.

Sebenarnya Lenong Betawi terbagi menjadi dua genre, yaitu genre Denes dan genre Preman. Biasanya pada Lenong genre preman, cerita yang dibawakan lebih menceritakan tentang kehidupan sehari-hari dan bahasa yang digunakan juga bahasa sehari-hari. Pakaiannya pun menggunakan pakaian sehari-hari.

Sedangkan pada genre Dines penampilannya lebih rapi dan cerita yang dibawakan merupakan kisah-kisah kerjaan atau kaum bangsawan. Bahasa yang digunakan pada genre ini merupakan bahasa Melayu halus.

3.Ondel-ondel

Ondel-ondel

Budaya Jakarta yang selanjutnya adalah Ondel-ondel. Ikon Jakarta yang unik ini merupakan sebuah bentuk pertunjukkan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat.

Ondel-ondel memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa.

Ondel-ondel yang berupa boneka besar itu tingginya sekitar 2,5 meter dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu sehingga mudah dipikul dari dalamnya.

Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya dicat warna merah, sedangkan yang perempuan warna putih.

Semula ondel-ondel berfungsi sebagai penolak bala atau gangguan roh halus yang gentayangan. Tetapi sekarang ondel-ondel juga digunakan untuk menambah semarak pesta- pesta rakyat atau untuk penyambutan tamu terhormat

Musik yang mengiringi ondel-ondel berbeda-beda, tergantung dari rombongannya. Ada yang diiringi tanjidor, pencak Betawi, Bende, “Remes”, Ningnong serta Rebana ketimpring.

Tetapi umumnya, pementasan Ondel-ondel diiringi oleh musik pengiring dan pencak silat di antaranya:

  • 2 buah gendang
  • 2 buah kentongan
  • 1 buah rebana/kecrek/kicrik
  • 1 buah gong
  • 1 buah tekyan/biola Betawi
  • pencak silat  (Pencak Bunga Kembang)

Itulah beberapa Budaya Jakarta yang perlu banget kalian tahu sejak dini. Semuanya sangat kental dengan budaya betawi dan mudah untuk dipelajari.

Kalian juga bisa mempelajari Budaya Jakarta lebih dalam melalui balai budaya Jakarta yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat atau ke Setu Babakan yang merupakan bangunan cagar budaya Jakarta.