Kebaya, Kebudayaan Jawa Barat yang Menjadi Pakaian Adat Nasional

Banyak yang harus kita pelajari dari kebudayaan Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat memiliki filosofi yang patut diacungi jempol, diantaranya adalah Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh  yang secara harfiah berarti saling mengasihi, saling memberi pengetahuan dan saling mengasuh diantara warga masyarakat.

Sebagian penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda. Selain itu, ada juga campuran Sunda dengan Jawa.

Nah, untuk kalian terutama masyarakat sunda, sudah tahu belum kebudayaan apa saja yang ada di Jawa Barat? Kalau belum, yuk kita bahas bersama-sama.

Ibukota Jawa Barat terletak di Bandung. Kebudayaan Jawa Barat terpengaruh dari 4 sumber, yaitu Hindu / Buddha, Islam, Jawa, dan kebudayaan barat.

Dalam kehidupan beragama, masyarakat di Jawa Barat relatif dikenal sebagai masyarakat yang sangat agamais, relijius, dan memegang teguh nilai-nilai agama anutannya yang mayoritas warganya memeluk agama Islam, disusul kristen dan katholik, Hindu, Buddha, dan lainnya.

Lalu, apa saja sih seni dan Budaya masyarakat Sunda?

1.Pakaian Adat / khas Jawa Barat

Pakaian Adat / khas Jawa Barat

Suku Sunda memiliki pakaian adat yang amat terkenal, yaitu kebaya. Dewasa ini, kebaya bukan hanya dipakai untuk orang Sunda saja tetapi sudah menjadi pakaian adat nasional. Keren banget ya!

Ada pendapat yang menyatakan kebaya berasal dari China. Lalu menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatra, dan Sulawesi. Setelah akulturasi yang berlangsung ratusan tahun, pakaian itu diterima di budaya dan norma setempat.

Namun ada juga pendapat bahwa kebaya memang asli dari Indonesia. Ada juga teori yang mengatakan bahwa kebaya mulai dikenal di Indonesia khususnya di Jawa seiring dengan penyebaran agama Islam pada abad ke 13.

Hal ini bisa dihubungkan dengan teori penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh wali songo dan fakta sejarah yang mengatakan wali songo adalah keturunan china.

Sesuai juga dengan fakta sejarah bahwa laksamana Chengho selain melakukan hubungan dagang juga menyebarkan agama Islam.

Ada juga yang mengatakan bahwa kebaya bukan berasal dari China karena pakaian asli China adalah Cheongsam yang berbeda dari kebaya.

Hal ini tidak benar, karena kebaya berasal dari ‘Bei zi’ baju dynasty Song dan Ming, sedangkan cheongsam baru mulai dikenal sejak jaman dynasty Ching atau manchu. Kebaya merupakan adaptasi dari ‘Bei zi’ yang disesuaikan dengan kondisi iklim tropis.

2.Kesenian khas Jawa Barat

Kesenian khas Jawa Barat
  • Wayang Golek

Wayang golek merupakan seni budaya Jawa Barat yang menampilkan dan membawakan alur sebuah cerita yang bersejarah. Wayang Golek ini menampilkan semacam boneka yang terbuat dari kayu yang memerankan tokoh tertentu dalam cerita pawayangan serta dimainkan oleh seorang dalang dan diiringi oleh nyanyian serta iringan musik tradisional Jawa Barat yang disebut Degung.

  • Jaipong

Budaya asli daerah Jawa Barat ini menampilkan penari dengan pakaian khas Jawa Barat yang disebut kebaya. Serta diiringi musik tradisional Jawa Barat, Musik Jaipong. Jaipong biasanya dimainkan oleh satu atau sekelompok penari.

  • Pencak Silat

Salah satu kebudayaan di Jawa Barat ini sudah menjadi kesenian Nasional yang bahkan sudah dilombakan dimana-mana. Awalnya pencak silat merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu tetapi gerakannya mirip dengan bela diri.

  • Sisingaan

Kesenian ini berasal dari daerah Subang, Jawa Barat. Kesenian ini ditampilkan dengan cara menggotong patung yang berbentuk singa dan ditunggangi oleh anak kecil lalu digotong oleh empat orang dengan iringan tabuhan gendang dan terompet.

  • Kuda Lumping

Kuda Lumping dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang memainkannya seperti kesurupan. Lalu orang yang kesurupan itu akan menunggangi kuda kayu serta diiringi dengan tabuhan gendang dan terompet.

Tetapi uniknya, orang yang memerankan tarian ini akan mampu memakan kaca serta rumput. Selain itu orang ini juga akan dicambuk layaknya kuda. Biasanya kesenian ini dipimpin oleh pawang karena cukup berbahaya.

Karena keunikkan kebudayaannya sampai sekarang, Budaya Jawa Barat masih tetap disukai oleh masyarakat. Bahkan mancanegara. Oleh karena itu, marilah kita para generasi muda ikut melestarikan kebudayaan-kebudayaan daerah.