Kebudayaan Jawa Tengah Yang Harus Kamu Tahu!

Provinsi yang beribukota di Semarang ini memiliki kebudayaan Jawa Tengah yang indah dan patut kita lestarikan. Seperti contohnya rumah adatnya yang mempunyai banyak kategori.

Dan ternyata, provinsi yang besar ini menyimpan sejarah dan budaya yang tidak semua orang tahu loh. Kalian sudah tahu apa saja belum? Kalau belum, yuk simak artikel budaya jawa tengah berikut.

Jawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang letaknya di bagian tengah pulau Jawa. Jawa tengah dikenal sebagai “jantung” budaya Jawa. Mempunyai luas wilayah sekitar 32.548 km persegi membuat pulau ini mempunyai kepemilikan sebesar 25% dari pulau Jawa.

Provinsi ini juga meliputi Pulau Nusa Kambangan serta Kepulauan Karimun Jawa yang beeada di Laut Jawa.

Jawa Tengah secara geografis juga terkadang mencangkup wilayah DI Yogyakarta. Sebagian besar penduduk Jawa Tengah merupakan suku Jawa yang senang bermain judi online di daftar situs judi slot online terpercaya dan mudah menang. Sehingga banyak dari mereka yang sudah mahir menggunakan bahasa Jawa dengan logat yang sangat kental.

Lalu, apa sih tradisi serta kebudayaan jawa Tengah?

1.Rumah adat Jawa Tengah

Rumah adat Jawa Tengah

Rumah adat Jawa Tengah adalah Rumah Joglo, salah satu peninggalan nenek moyang kita yang didirikan pada tahun 1835 ini merupakan saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Sejarah budaya Jawa Tengah Rumah Joglo ini pada awalnya merupakan simbol dari status sosial yang hanya dapat dimiliki oleh orang yang mampu dalam finansial.

Bahan-bahannya pun memang lebih mahal ketimbang jenis rumah adat Jawa Tengah yang lain. Waktu pembuatannya juga lebih lama.

Fungsi dari rumah ini yang paling menonjol adalah untuk tempat musyawarah masalah kenegaraan dan menyusun strategi dalam melawan Belanda.

Pada perang dunia kedua di Yogyakarta, rumah ini menjadi markas besar tentara pelajar (TP) seluruh Yogyakarta dibawah pimpinan Kapten Martono (Menteri Transmigrasi masa pemerintahan presiden Soeharto)

Sejarah jawa menyatakan bahwa rumah adat dari Jawa Tengah diklasifikan menjadi lima kategori, yaitu Joglo (Tikelan), Tajug (Tarub), Limasan, Kampung dan Panggang Pe.

2.Pakaian adat Jawa Tengah

Pakaian adat Jawa Tengah
  • Kebaya

Selain sebagai simbol Jakarta, kebaya juga kerap dijadikan sebagai kebudayaan Jawa Tengah. Kebaya umumnya dibuat dari bahan katun, beludru, sutera brokat, serta nilon yang berwarna cerah seperti putih, merah, kuning, hijau, biru, dan sebagainya.

Ada dua model kebaya yaitu kebaya panjang yang bagian bawahnya mencapai lutut dan kebaya pendek yang bagian bawahnya hanya mencapai pinggang.

Di bagian depan sekitar dada, terdapat kain persegi panjang yang berfungsi sebagai penyambung kedua sisi.

  • Kain Tapih Pinjung

Kain Tapih Panjung atau kain Sinjang Jarik bermotif batik dan digunakan sebagai bawahan kebaya. Cara memakainya hanya dengan melilitkan di pinggang dari kiri ke kanan.

Untuk menguatkan lilitan, digunakan juga stagen yang digunakan di perut sampai beberapa kali lilitan sesuai panjang stagennya. Kemudian stagen ditutupi dengan selendang pelangi berwarna cerah agar tidak terlihat.

3.Ritual / Upacara Adat Jawa Tengah

Ritual / Upacara Adat Jawa Tengah
Esai Serentaun Ungkapan syukur Kompas/Arbain Rambey (ARB)
  • Kirab Seribu Apem

Kirab Apem Sewu merupakan acara syukuran tradisi budaya jawa tengah tepatnya di kampung Sewu, Solo, Jawa Tengah yang digelar setiap bulan haji (bulan Zulhijah-kalender penanggalan Islam).

kebudayaan provinsi Jawa Tengah ini diadakan untuk mengenalkan kampung Sewu sebagai sentra produksi apem kepada seluruh masyarakat dan juga untuk menghargai para pembuat apem yang ada di sana.

Selain itu, upacara ini juga digunakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan karena desa mereka terhindar dari bencana.

Tradisi apam sewu berawal dari amanah yang disampaikan Ki Ageng Gribig kepada seluruh warga untuk membuat 1.000 kue apem dan membagikannya kepada masyarakat sebagai wujud rasa syukur.

  • Tedhak Siten

Tedhak Siten merupakan contoh budaya Jawa Tengah yang masih dilakukan. Upacara ini dilakukan untuk anak-anak yang baru belajar berjalan.

Budaya daerah Jawa Tengah ini selalu ditunggu-tunggu oleh orang tua dan kerabat keluarga Jawa karena disini mereka bisa memperkirakan minat dan bakat anak-anak tersebut.

Tedak Siten berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “tedhak” berarti ‘menapakkan kaki’ dan “siten” (berasal dari kata ‘siti’) yang berarti ‘bumi’.

Upacara ini dilakukan saat bayi berusia tujuh bulan dan mulai belajar duduk dan berjalan. Ringkasnya, upacara ini dimaksudkan agar ia menjadi mandiri di masa depan.

Upacara ini dihadiri oleh keluarga inti, serta kerabat keluarga lainnya. Mereka juga hadir untuk turut mendoakan agak anak-anak terlindungi dari gangguan jahat.

Itulah beberapa kebudayaan Jawa Tengah yang dapat kita pelajari. Gimana? Unik-unik kan? Semoga artikel ini dapat membantu kalian dalam mempelajari Budaya Indonesia lebih dalam.